Home > Aremania > Jenuh tanpa Alasan pasti

Jenuh tanpa Alasan pasti

Ketika hari2 yang kita lalui begitu melelahkan dan membosankan siapa yang bisa merasakan jawabannya hanya kita sendiri, ketika segala aktivitas kita justru menjadi musuh utama, ketika semua orang tengah sibuk dengan urusan masing2, ketika semangat ini kian mememudar, ketika semua terlihat kian kabur, ketika ketenangan tak lagi kita rasakan, ketika kita bingung dengan segala realita yang ada, ketika ketegaran mulai terabaikan, ketika beban diri terasa begitu berat. Maka coba berhenti sejenak beristrahatlah dengan seteguk air dari surga-Nya.

Pernahkah dirimu merasa jemu dengan aktifitas yang ada? Pastinya pernah. Ya seperti aku yang sering mengalaminya. Terkadang terlintas dalam pikiran untuk mencoba aktifitas lain yang kelihatannya lebih menarik perhatian. Mungkin, ada benarnya juga apabila ada seseorang yang mengatakan “..semenarik apapun aktifitas yang sedang dijalani seseorang pada suatu saat pasti akan menemui titik jemu..” Apa itu karena bosan, cape, lelah, malas serta alasan tak jelas lainnya.

Belakangan ini aku merasa enggan untuk hadir dan berkumpul bersama teman-teman . Aku tak yakin apa alasanku ini benar atau salah. Ada beberapa alasan yang tak etis kalau ayas kemukakan di dinding ini, karena alasan ini belum tentu seratus persen benar. Padahal kalau mau melirik sejenak ke belakang dan membandingkan antara saat aku mulai bergabung sampai dengan saat ini, semua telah banyak berubah. Dulu, dalam keadaan sesulit apapun, aku selalu menyempatkan diri untuk hadir. Seberat dan sekeras apapun rintangan yang menghadang aku hadapi dengan tenang dan sabar. Bahkan aku menikmatinya dengan semangat. “..Apapun akan kulakukan demi Aremania Balikpapan” ucapku saat itu.

Tapi kini, di saat Allah telah membukakan jalan yang selebar-lebarnya untuk melalui semua ini, ada perasaan yang seharusnya aku buang jauh2  mulai merasuk ke dalam sanubari. Padahal saat ini banyak amanat yang harus aku tunaikan. Ingin rasanya aku pergi meninggalkan semua ini. meninggalkan teman-teman dan melupakan sejumput kenangan yang pernah terukir. Pergi begitu saja dan menghilang tanpa jejak.

Namun, apa aku harus mengalah hanya pada sebuah benda kecil yang bentuknya abstrak seperti itu? Rasanya semua itu tak adil bagiku. Apalah artinya semua pengorbanan dan perjuangan yang telah kulakukan bersama nawak-nawak selama ini. Apakah semua jerih payah nawak-nawak hanya akan menjadi seonggok sampah yang tergeletak begitu saja ditepian jalan? Apakah ayas harus menyerah begitu saja ?

Bukan menyerah tapi ingin memberi kesempatan pada yang lain untuk merasakan apa yang selama ini ayas rasakan. Mungkin nawak-nawak berpikir ayas terlalu egois, tidak masalah suatu saat nawak-nawak akan mengetahui sendiri kenapa ayas sampai egois. Egois ayas ini samata-mata ayas lakukan supaya tidak mengganggu kekompakan yang sudah lama terjalin. Pernah ada keinginan untuk berbagi dengan nawak, setelah kupikir-pikir mending ayas urungkan daripada nanti malah timbul prasangka yang lain. Entah sampai kapan ayas akan bertahan dengan sikap ini, mungkin sebulan, setahun, dua tahun atau lebih…hanya Tuhan yang tahu

Terima atas pengertian nawak-nawak selama ini
Salam Satu Jiwa

Categories: Aremania
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: