Memori Tragedi 16 Januari 2008

Sudah 4 Tahun Skandal dan skenario busuk pihak-pihak tertentu yang memang telah direncakan pada kejadian kelabu Rabu 16 Januari 2008 di Stadion Brawijaya Kediri. Telah membuat tercabaik-cabik hati Aremania. Perasaan Marah, benci, dendam, Fanatisme dan rasa bersalah seolah-olah menjadi satu dan sulit dibedakan. Bukan hal yang mudah untuk melupakan kejadian yang membuat sebagian Aremania pulang dengan luka-luka dan sakit hati.

Kepulanganku dari kota Balikpapan menuju Malang yang rencana diisi dengan Tour yang indah ternyata berakhir dengan tragedi. Berangkat bersama rombongan nawak-nawak Aremania dari stasiun Kotabaru Malang. Rombongan bis dan puluhan truk serta kendaraan pribadi berangkat menuju Kediri jam 2 siang. Perjalanan berangkat melalui rute selatan (Blitar) berjalan lancar. Sambutan masyarakat Blitar dan sekitarnya pun sangat hangat.

Tetapi begitu masuk kota Kediri dan mendekati area Stadion Brawijaya, bukan sambutan hangat yang kami terima, tapi lemparan batu dari oknum Persikmania. Untungnya insiden tidak bertambah besar dan semua rombongan bisa masuk stadion dengan tertib sekitar jam 5 sore. Ayas pun masih sempat menonton Aremania & Sriwijaya Mania berbaur menjadi satu menyaksikan sisa pertandingan PSMS Medan vs Sriwijaya FC yang berkesudahan 2-2.

Awal tragedi terjadi ketika gol ketiga Arema oleh Mbamba di anulir, sebelumnya dua Gol Pato juga di anulir.  Suporter mana yang tidak marah ketika 3 gol timnya dianulir? Kepemimpinan wasit dan AW yang tidak netral menjadi penyebab Tragedi ini. Dicurangi sekali kita masih sabar (gol Pato), dua kali (gol Pato) muncul peringatan pertama (AW1 dipukul oknum Aremania), ketika kecurangan yang ketiga muncul (gol Mbamba dianulir) alias hattrick dalam satu pertandingan, amarah pun meledak. Itu belum termasuk yang lainnya seperti hak penalti atas pelanggaran terhadap Elie Aiboy dan kejadian-kejadian lainnya.

Hasil Kerja PSSI yang Amburadul menjadikan Stadion Brawijaya Kediri Hacur dalam kurun waktu sekitar 5 Menit. Ayas tidak bilang ini ulah Oknum Aremania, karena dalam kejadian ini ayas melihat dan mengalami sendiri. Asap membumbung tatkala Aremania mengamuk. Kami diam dan tunduk bukan berarti kami takut, tapi kami menghargai dan mengerti aturan. Tapi tatkala aturan itu di langgar buat apa kami patuh. Sekitar pukul 21.30 wib ayas menuju rombongan untuk pulang.

Ini bukan akhir dari tragedi tersebut, tatkala di dalam bis ayas baru sadar ini baru permulaan dari tragedi yang lebih besar. Di daerah Pule, Kandat, dan Babak itu lah perang terjadi. Seolah-olah ini sudah direncanakan oleh warga setempat, karena lampu jalanan dan rumah penduduk sengaja di matikan. Dari kebun & sawah tiba-tiba muncul batu sebesar kepalan tangan mengarah ke rombongan bis kami. Dari setiap persimpangan gang-gang yang dilalui selalui dicegat oleh kawanan oknum Persikmania. Duel fisik pun tidak terjadi. Saling lempar batu, saling pukul, saling keroyok. Kaca-kaca bis dan kendaraan rombongan Aremania hancur. Kaca-kaca rumah penduduk pun akhirnya ikut jadi korban.

Dalam kondisi yang seolah-olah perang atau bahkan ini juga bisa di bilang perang pikiranku jadi kacau, bis yang sudah tak berkaca menjadikan pikiran gelap segelap malam itu. Di dalam suasana yang mencekam ayas coba mencari senjata yang bisa di jadikan senjata untuk jaga-jaga diri.

Sebelumnya tidak terbersit sedikitpun akan terjadi tragedi seperti ini. Jauh-jauh hari sebelum ayas pulang ke Malang, sudah membayangkan tatkala berangkat dalam rombongan untuk menyaksikan AREMA bertanding di Stadion Brawijaya. Dan juga pada waktu berangkat ke Kediri niatku hanya ingin menyaksikan Pertandingan sepakbola bukan untuk Perang, jadi wajar kalau ayas tidak membawa sajam ataupun pentungan melainkan hanya membawa syal dan Bendera.

Suatu Hal yang wajar menurut Ayas, ketika harga diri diinjak-injak, sebuah rekasi atas aksi adalah hal yang lazim terjadi dan tidak bisa kita hindari. Tidak ada asap kalau tidak ada api, begitu pula kami tidak akan timbul reksi berlebihan kami kalau tidak ada pemicunya. Kami pernah kalah di kandang dan itu kami anggap wajar dalam pertandingan sepakbola. Bukan kekalahan yg menjadi penyebab tapi sebagai Aremania kami merasa dinjak-injak harga diri kami.

16 Januari 2008 adalah akumulasi dari banyaknya kecurangan yang diterima Aremania sebelumnya. Sudah 4 tahun tragedi itu terjadi mudah-mudahan itu adalah tragedi terpait yang terakhir buat Aremania. Mudah-mudahan Aremania semakin tambah Dewasa dan tidak mudah terprovokasi. Sebenarnya ayas merasa sedih , bersalah sebagai Aremania, tapi ayas sangat bangga sebagai Aremania.

Dan ini akan menjadi kisah yang bisa diceritakan kepada anak-anak ayas kelak. Bukan untuk memperpanjang masalah tapi sebagai cermin untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan kita dan tim kita sendiri. Setelah kejadian itu mungkin-nawak2 sudah tahu kalau Aremania di hukum tidak boleh memakai aktribut tatkala mendampingi Arema baik pertandingan kandang ataupun tandang.

Mudah-mudahan ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua…Sekali lagi, jangan injak ekor Singa kalau tidak ingin sang Singa marah.

Salam Satu Jiwa

Advertisements

24 Comments

  1. aremania daboribo…………………………damai boleh ribut boleh
    kami cinta damai bukan untuk di injak injak harga diri kami
    kami ribut adalah untuk harga diri kami
    jangan sakiti kami jika anda tak ingin lebih sakit
    peluklah ami dengan persaudaraan dan kasih sayang
    maka kami akan menjaganya hingga mati.
    salam satoe djiwa….AREMA…….

  2. Kami AREMANI yang cinta kedamaian dan bukan pecundang…..biarpun sekarang AREMA telah dipisahkan jadi tiga singa tapi kami Aremania masih tetap bersatu untuk bangkit dari kebobrokan PSSI olahan ARIFIN PANIGORO ,marilah kita bersatu sobatku Aremania agar kita bs mewujudkan kembali jiwa AREMA tuk bersatu kembali seperti dulu lagi…….SALAM SATU JIWA sobatku semuannya……….

  3. Salam sakit jiwa. . .
    Arewaria. . .
    Seharusnya kalian tau kenapa PERSIKMANIA menyerbu kalian dan tuan rumah mana yang mau kalau rumahnya di injak” dan dirusak dasar ayas yang tak punya otak. . . Salam sakit jiwa. . .
    Semarah apapun singa, MACAN PUTIH TAK GENTAR. . .

    1. Persik tempe a. Wanimu d mburi tok keat koen. Elenga koen pas aremania tour jakarta final copa d stasiunmu aremania pas mandeg nangdi kabeh koen.. Eee tibak e singitan. Ceketer…pas sepor ladub baru koen2 kabeh baru metu nyawati soale ero sepor Ĝªk bakal mandeg. Cok koen kabeh persik pengecut!! Kapok stadionmu ta obong

  4. Matamu Mbookneee Ancook Kancut e Jarannn
    Ndie Nyali u cok ojok Omong thok Gede,Tour di Kawal Bangga, Singo Ne dadi Kucing Meong _MEONG

  5. berani kah kamu seperti kami…….bah kan aparatmu tak mampu membendung kemarahan kami.seberapapun mulutmu bisa berbicara tapi itu hanya isapan jempol belaka……………..buktikan jika kamu berani menghina arema.kami tunggu di malang.

    salam satoe djiwa buat saoedaraku
    tantangan buatmu musuh ku

  6. jempol lah buat kalian aremania . yg tak mengenal rasa takut walaupun di markas persik ,dan di serang oleh oknum2 banci yg braninya di kandang doanks…
    tapi karna tekad n kbranian kalian yg kuat kalian bisa atasi itu smua

    dan utk persik , mnding dkung cheerybelle aj klo cmn brani.a di kndang doanks,,,,

    hidupppppp…. arema
    salam satu jiwa.

  7. persikucing MANIA kyok ancok wani’ne dek kandang dwe nyoba rene’o lek gak tak keprok ndasmu ”SALAM SATU JIWA AREMA”

  8. persikucing MANIA kyok ancok wani’ne dek kandang dwe nyoba rene’o lek gak tak keprok ndasmu ”SALAM SATU JIWA AREMA”

  9. sg salah wasite…..nyapo sg mok ajar gak wasite, tapi mlah kandangqu…nyapo seng mok jor gk kandange wasite, omahe wasite,,,,kui tah watak e aremania,,,,y wajar ae nk koen2 moleh di cgat ro persik mania,,,ulah mu ra knek di puji, ra kenek di ndel,,,,ojo ngomong nk persik wanine mek ng omah,,,,wes sadar tah koe karo opo sg mbok lakoni,,,kui sipate setan ngerti ora koe,,,,sdar o kang sadar,,,

  10. golden memories,,,
    saya warga kediri tidak terima stadion kebanggaan kediri hancur begitu saja patut saja warga kediri marah,,masak SINGO GENDENG Berani menghancurkan stadion brawijaya,,,tidak tau malu arek malang gak duwe TOTOKROMO Ingat saja Saya Manggala rizky lahir di Jember besar di kediri,,akan bangkit MENJADI PERSIKMANIA MACAN PUTIH,, kalau bisa saya bersama para rombongan persikmania akan menghancurkan stadion KANJURUHAN malang sampai saya telan tribunya saya sambal gawangnya saya jus rumput itu hahahag,,,,,ANTI AREMA COX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s