Home > Aremania > Demokrasi Sepak Bola Aremania

Demokrasi Sepak Bola Aremania

Aremania tak pernah sepi kreativitas. Penikmat sepak bola Indonesia sudah mahfum bagaimana Aremania menyalurkan ledakan energinya kepada 11 eksekutor di lapangan. Yel-yel dan lagu-lagu yang diciptakan Aremania malah seperti hit di kalangan suporter hingga tak ragu-ragu ditiru suporter seluruh Indonesia. Bahkan ketika timnas Indonesia berlaga lagu-lagu itu begitu kuat menginjeksi semangat mereka.

Sederet prestasi juga mengharumkan nama Aremania. Tahun 2000 Aremania dinobatkan sebagai the best supporter PSSI, tahun 2006 mendapat the best supporter dari MURI dan the best suporter Copa Dji Sam Soe. Tanggal 10 November 2007 PS Arema Malang pernah menjadi pemrakarsa kegiatan Indonesia Damai bertempat di Stadion Gajayana yang dihadiri oleh 39 kelompok suporter.

Kesolidan Aremania jangan ditanya lagi. Dengan jargon salam satu jiwa Aremania mengeratkan jari-jari mereka satu dengan lainnya menjadi rantai yang sulit diputus. Masih lekat di ingatan publik ketika Tim Arema dikenakan sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI karena kerusuhan yang terjadi di partai 8 besar Liga Indonesia tahun 2008.

Saat itu Aremania bertemu dengan Persiwa di Stadion Brawijaya Kediri. Kegeraman Aremania memuncak ketika mereka “melihat” perangkat juru adil di lapangan mempecundangi Arema dengan menganulir satu persatu gol-gol Arema. Geram karena dipecundangi, Aremania memutuskan masuk lapangan dan menghentikan pertandingan. Pada saat pertandingan dihentikan oleh wasit skornya adalah 2-1 untuk Persiwa, pada lanjutan sisa waktu pertandingan di Stadion Delta Sidoarjo Arema Malang mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Komisi disiplin kemudian menghukum Aremania tidak boleh menyaksikan pertandingan Arema di seluruh Indonesia selama tiga tahun. Arema mengajukan banding dan membeberkan alasan-alasan yang meringankan. Selain itu Arema Malang telah secara terbuka melakukan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat sepakbola Indonesia melalui media massa dan elektronik. Sungguh, permohonan maaf yang belum pernah terjadi di suporter Indonesia.

Setelah melakukan evaluasi dan mendengar banding dari Arema, Komisi Banding memutuskan, “Aremania dilarang menonton pertandingan sepakbola di stadion di seluruh Indonesia pada pertandingan resmi di lingkungan PSSI dengan menggunakan segala bentuk atribut yang menandakan indentitas pendukung PS Arema Malang seperti poster, slogan, kostum, logo, spanduk dan segala bentuk yang menandakan identitas pendukung Arema Malang selama 2 tahun, terhitung sejak tanggal ditetapkan Komisi Banding pada hari ini, 4 Februari 2008.”

Setelah keputusan itu dijatuhkan Aremania tetap menyatakan bahwa sanksi ini berlebihan. “Putusan ini tidak saja bisa membunuh Aremania, tapi juga membunuh Arema. Seperti kita tahu, Arema adalah satu-satunya kesebelasan yang tidak bergantung kepada dana APBD,” kata Aremania.

Hukum harus tetap dijalankan itulah yang menjadi kesadaran Aremania. Ini adalah pelajaran penting bagi Arek-arek Malang ini. Aremania merapatkan barisan dan merencanakan strategi agar tim kebanggannya tetap mendapat suport. Kreativitas kembali muncul. Aremania bertekad tetap hadir di stadion tanpa identitas Arema melainkan dengan berbagai atribut yang menandakan mereka adalah orang-orang Malang. Yang terjadi adalah pemandangan yang menakjubkan. Aremania hadir dengan berbagai kostum. Seperti karnaval! Kondisi ini mengundang decak kagum dari suporter lain. Intinya tim tetap mendapat pemasukan.

Loyalitas, sportivitas, kreativitas terus didengungkan Aremania agar menjadi kesadaran kolektif yang ujungnya bisa mentransformasi Aremania menjadi suporter modern dan berwawasan luas. Itu terbukti berhasil. Aremania mampu mengedukasi dirinya sendiri menjadi suporter berlevel tinggi.

Hanya di Aremania sajalah situs-situs web begitu mewabah. Mulai dari situs resmi Arema hingga situs-situs yang dibuat untuk mendukung Arema. Pengunjung situs-situs itu pun selalu ramai hingga mencapai angka ribuan. Hanya di Aremania pula semua orang bisa bebas berbicara mengenai sepak bola yang lebih modern. Dedikasi yang begitu kuat terhadap tim Arema berbuah manis. Tahun 2010 Arema mencatat sebagai Juara Liga Super Indonesia.

Satu Bola
Menjadi salah satu kampiun di Liga Indonesia tak serta merta meringankan tantangan Aremania. Bahkan kini tantangan Aremania semakin menjulang. Aremania dituntut lebih aktif dalam mengembangkan profesionalitas suporter yang ujungnya bisa mengentaskan persoalan intern Arema yang selalu menjadi beban dari tahun ke tahun yaitu pendanaan. Semua orang tahu Arema bukan tim plat merah yang disusui oleh APBD. Persoalan itu harus dipecahkan dengan cara yang elegan dan bermartabat.

Setelah melalui pergulatan ide dan renungan panjang, Aremania memutuskan melakukan gerakan sistematis yang terwujud dalam situs baru Aremania. Para punggawa situs itu menyebutnya SatuBola.org. Situs ini hadir untuk mendiskusikan secera optimal dan menyeluruh mengenai aspek-aspek penting pendanaan klub sepakbola dan keterlibatan suporter sebagai basis pendanaan dan kebijakan klub. Artinya, peran utama situs ini adalah penyebarkan kesadaran baru bahwa sepak bola harus demokratis. Situs ini juga mengkampanyekan Save Arema for Better Football.

Apa itu demokrasi sepak bola? SatuBola.org menjawab yaitu memberikan solusi terbaik untuk keberlangsungan dan eksistensi Arema Indonesia serta pendukungnya. Mewujudkan kepemilikan dan pengelolaan Arema Indonesia oleh pendukungnya melalui organisasi nirlaba berorientasi ke depan yang dibiayai melalui iuran anggota, kontribusi anggota dan usaha sah mengkomersialkan hak intelektualnya. Pengurus mengutamakan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hasil atau keuntungannya dikembalikan untuk kepentingan publik dan sosial.

Mengenai apa itu demokrasi sepak bola, salah seorang Aremania mengirimkan buah pikirnya yang lebih menjurus teknis di dalam situs SatuBola.org. Dia mengatakan, “Demokrasi? Ya! Konsep yang diperjuangkan oleh gerakan Save Arema For Better Football adalah mengutamakan keterlibatan Aremania dalam sistem “pemerintahan” Arema Indonesia. Aremania yang memiliki hak untuk memilih Dewan Direksi atau Pengurus klub. Bahkan, Aremania sendiri dapat mencalonkan diri dan dipilih sebagai Dewan Direksi atau Pengurus sesuai dengan draft statuta yang diajukan Save Arema.”

Aremania adalah supporter sepak bola yang berjumlah ribuan bahkan juta. Jadi sangat mungkin sekali ide demokratisasi sepak bola ini terwujud. Aremania hanya tinggal duduk lagi satu meja dan membicarakan mengenai aturan main yang jelas lalu memilih orang-orang yang terpercaya dari supporter untuk mengatur Arema menuju klub professional yang berprestasi di Liga Indonesia maupun Liga Champions Asia.

Langkah Aremania di Save Arema for Better Football seperti oase ditengah carut marut sepak bola Indonesia. Ide segar ini bisa menjadi pondasi bagi klub dan suporter lainnya di Indonesia menggalang dana di luar APBD. Walhasil bila ide ini berhasil dijalankan mampukah suporter lain mengikutinya. Semoga bisa demi sepak bola yang lebih baik. Salam satu Jiwa.

Sumber :

Lutfi Jayadi
Mantan Wartawan
by http://satubola.org/

Categories: Aremania
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: