Home > Uncategorized > Tunduk dan Bersimpuhlah di Kaki Ibu

Tunduk dan Bersimpuhlah di Kaki Ibu

“Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya , sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Hari IBU untuk mengingatkan semua yang hidup, bahwa dari ibulah kita semua menjadi HIDUP, tanpa ibu tidak ada kehidupan yang penuh kerinduan”. Mari kita simak penggalan dialog menarik antara sahabat dan Nabi Muhammad SAW :
Suatu ketika telah datang salah satu sahabat kepada Nabi : ” Siapa orang-nya yang paling kita cintai ya Rasul?”
Nabi menjawab ” Ibumu” , “Setelah itu siapa pula ya Rasul” Nabi menjawab ” Ibumu”, Ketiga kalinya, sahabat tadi bertanya lagi “Setelah itu siapa pula ya Rasul”. Nabi menjawab, “Ibumu baru Bapakmu”. “Ibumu,Ibumu,Ibumu, baru Bapakmu”

Ingat dan kenanglah selalu jasa ibu, yang kini mungkin masih hidup dalam keadaan renta, atau telah tiada, telah berpulang ke Rahmatullah. Bagi yang ibunya masih hidup, tentu sangatlah beruntung, karena masih ada kesempatan untuk membahagiakan seorang perempuan yang sangat berjasa luar biasa dalam kehidupan kita.

Perbendaharaan kata tak akan cukup untuk melukiskan derita seorang ibu, ketika beliau mengandung selama kurang lebih sembilan bulan, melahirkan kita dengan taruhan antara hidup dan mati. Saat kita sudah lahir, tidur tidak lagi nyenyak. Dimalam yang senyap, tatkala orang-orang tidur dengan pulas dan di buai mimpi-mimpi yang indah, seorang ibu bangun untuk menyusui ataupun mengganti popok sang bayi yang lagi menangis. Hal ini dilakukan tiap hari sampai sang buah hati tumbuh menjadi besar.

Tidak ada seorang ibu pun di dunia ini yang tega melihat buah hatinya hidup sengsara dengan derita nestapa. Air mata bunda akan menetes tatkala mendengar anak kesayangannya di pukul oleh teman di sekolahnya. Merintih pedih, dan menjerit batin seorang ibu ketika melihat buah hatinya terluka, walau hanya goresan karena jatuh dari sepedanya. Bingung bukan kepalang ketika anaknya belum pulang kerumah disaat hujan deras disertai petir. Akan berlinang air mata dikala seorang ibu tidak bisa membelikan baju lebaran atau permintaan lainnya.

Begitu tabah engkau ibu, siang berganti malam, dan malam pun sirna berganti dengan siang, merawat dan memelihara anak kesayangannya. Begitu Iklhas hati seorang ibu dalam membesarkan jantung hatinya, tanpa mengharapkan upah dan balasan. Alangkah bahagianya seorang ibu tatkala menyaksikan anak kesayangannya telah sukses dan pandai berterima kasih. Betapa senangnya seorang ibu, ketika anak bersama menantu dan cucu-cucunya datang kerumah untuk sekedar bersimpuh mencium tangannya.

“Ibu, saya belum menjadi anak yang berbakti. Saya belum menjadi anak yang bisa membahagiakanmu. Masih banyak bercak-bercak noda dan dosa yang saya torehkan kepada Ibu. Ya Allah, saya belum menjadi hamba-Mu yang terbaik. Sehingga belum bisa membalas jasa Ibu yang setimpal.”

Nawak-nawak kini saatnya, segera temui dan bersimpuhlah di kaki ibu, untuk memohon ampun, mohon keridhoan dan keikhlasan Ibu. Semoga surga-Nya menjadi ganjaran segala kebaikannya. Amiiin

===SELAMAT HARI IBU===

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. January 31, 2012 at 7:36 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: