Home > Borneo > Evakuasi Korban Runtuhnya Jembatan Kukar

Evakuasi Korban Runtuhnya Jembatan Kukar

Proses Evakuasi

Evakuasi Pertama dari Sungai Mahakam, Masih Ada 12 Kendaraan Lagi
TENGGARONG – Evakuasi kendaraan milik korban runtuhnya Jembatan Kartanegara mulai membuahkan hasil delapan hari setelah tragedi. Sebuah mobil Daihatsu Xenia berwarna hijau KT 2986 AV berhasil diangkat dari dasar sungai, Minggu (4/12) sekira pukul 18.00 Wita.

Dari pantauan Kaltim Post, sejak pukul 17.30 Wita, kabar evakuasi kendaraan korban mulai beredar. Bukan hanya dari kalangan wartawan yang tak ingin kehilangan momen, tepian Sungai Mahakam mulai dipenuhi warga yang ingin menonton jalannya evakuasi. Ratusan pasang mata tertuju pada sebuahcrane barge, yang di atasnya terdapat puluhan orang yang berjibaku untuk melakukkan persiapan evakuasi kendaraan.

Suasana menegangkan ini semakin terasa ketika terdengar suara mesin lampu yang dinyalakan karena hari mulai gelap. Selain itu, kapal boat yang mulai sibuk lalu-lalang juga menjadi perhatian mereka.

Akhirnya, sekira pukul 18.00 Wita, crane yang berada di atas ponton itu bergerak. Menggunakan alat berat itu, tim evakuasi dibantu beberapa orang dari tim penyelam berhasil mengangkat bangkai mobil ke permukaan sungai. Kedua ban di sisi sebelah kiri mobil terlebih dulu muncul.

Beberapa saat kemudian, secara pelahan, seluruh bagian mobil terlihat dengan keadaan hancur dan rusak parah. Kerja keras mereka disambut riuh tepuk-tangan dari ratusan mata yang setia melihat jalannya evakuasi.

Belakangan diketahui, mobil tersebut merupakan milik korban Budi Yulianto (37), warga Kecamatan Loa Kulu yang tewas sekeluarga. Budi tewas bersama istri Rusmini (32) dan ketiga anaknya, Aldi (12), Alisa (10), dan Alisyah (6 bulan), yang seluruhnya telah ditemukan meninggal dunia di hari yang berbeda. Diduga, seluruh korban keluar dari mobil setelah jembatan runtuh, namun sayang mereka tak bisa berenang.

Tak jauh dari lokasi kejadian, Kepala Basarnas Marsekal Madya Daryatmo dan Kapolres Kukar AKBP I Gede Budhi Kade Harryarsana, juga memastikan kepada media jika mobil tersebut merupakan milik Budi. “Kami telah memeriksa plat mobil tersebut, mobil ini memang milik Budi yang meninggal bersama keluarganya. Namun seluruh jenazah telah berhasil dievakuasi,” jelas Gusti.

Amat disayangkan, ketika tim evakuasi ingin mengangkat sebuah kendaraan yang diduga minibus, ternyata gagal diangkat. Padahal, kendaraan berukuran 5,7 x 2,6 meter ini awalnya merupakan prioritas untuk diangkat. Sebab, diduga masih banyak korban meninggal yang berada di dalamnya. “Bus tersebut telah berpindah posisi dari posisi yang diduga semula,” terang Daryatmo

Tim evakuasi melanjutkan proses evakuasi pengangkatan kendaraan lainnya karena para penyelam sudah memasang tanda di beberapa obyek yang diduga mobil tersebut pada saat penyelaman pada pagi hari. “Besok (hari ini, Red) akan kembali kami lanjutkan evakuasinya, untuk mengangkat kendaraan milik korban yang lainnya,” tegasnya.

Setelah berhasil mengevakuasi bangkai mobil Xenia, diduga masih ada 12 kendaraan lain yang berada di dasar Sungai Mahakam. Kendaraan tersebut tersebar di sekitar runtuhan Jembatan Kartanegara.

“Dari surveiSide Scan Sonarmenggunakan echosounderterakhir, ada 13 objek yang terlihat jelas. Ada yang bertumpuk  berdekatan dan ada juga yang jauh dari kerangka jembatan,” kata Kabag Opslat Basarnas Pusat Marsekal Pertama Sunarbowo Sandy, Minggu pagi, sebelum dilakukan evakuasi pertama.

Ia menjelaskan, objek yang berada di sekitar patahan jembatan –yang menjadi fokus evakuasi tim SAR– terutama objek yang diduga minibus yang berdimensi 5,7 x 2,6 meter tersebut. Basarnas berencana memperpanjang masa tanggap darurat evakuasi korban hingga 14 hari.

PENYELAM TRADISIONAL

Sebagai salah satu upaya percepatan evakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam kendaraan yang berada di dasar sungai, Menko Kesra Agung Laksono memberikan izin kepada penyelam tradisional untuk berpartisipasi. Hal ini diungkapkannya saat mengadakan kunjungan kerja kedua pasca-ambruknya Jembatan Kartanegara.

“Mengingat jalur lalu-lintas Sungai Mahakam ini sifatnya sangat penting bagi perekonomian Kaltim, tentu kita harus segera mengupayakan evakuasi dan normalisasi wilayah bekas runtuhan jembatan secepatnya,” kata Agung.  Ia berharap seluruh tim evakuasi dapat bekerja sama secara maksimal.

“Untuk para penyelam tradisional yang ingin berpartisipasi dalam upaya percepatan evakuasi, kami memberikan izin dengan catatan segala risiko ditanggung sendiri,” ucapnya. Dengan demikian terhitung hari ini, para penyelam tersebut dapat membantu proses evakuasi, namun tetap harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim SAR. 

Sumber : Balikpapan Post

Categories: Borneo
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: