Home > Nasional > PSSI Jangan Diskriminasi Pemain Dong

PSSI Jangan Diskriminasi Pemain Dong

Sepak Bola Indonesia kayaknya memang harus selalu lekat dengan masalah, antara pengurus era Nurdin Halid dan Erah Djohar Arifin tidak ada bedanya. Mereka sama-sama mementingkan kepentingan kelompoknya. Sekarang ini di Indonesia ada 2 kompetisi sama seperti Era NH. Yang satu IPL dan di akui oleh PSSI dan yang satunya lagi ISL yang di anggap Ilegal oleh PSSI. Seperti dijadikan ajang balas dendam, sekarang ini pemain yang berlaga di ISL di ancam tidak akan bisa atau tidak di perbolehkan memperkuat Timnas.

Sekarang ini beberapa pemain tim nasional yang berlaga di SEA Games XXVI terancam tidak bisa memperkuat kembali “Merah Putih”. Hal itu menyusul adanya dualisme kompetisi sekarang ini. Sebanyak 18 klub menolak berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL) yang dikelola PSSI. Mereka lebih memilih mengikuti Indonesian Super League (ISL). PSSI kemudian mengeluarkan ancaman bahwa pemain-pemain yang tampil ISL tidak bisa membela timnas. Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, mengatakan bahwa pemain timnas harus berasal dari klub yang menjadi peserta IPL yang diakui oleh PSSI.

Apakah ini yang dinamakan Revolusi PSSI, saya pribadi bukan pendukung NH ataupun Djohar, kalau aturan yang begini apa bedanya pengurus yang lama dengan yang sekarang. Keputusan ini jelas merugikan. Beberapa pemain-pemain timnas U-23 seperti Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro), Titus Bonai (Persipura Jayapura), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya), Hasim Kipuw (Persija Jakarta) merumput di ISL. Menpora Andi Mallarangeng pun menentang pendapat Limbong. Karena menurut Beliau “Setiap warga negara berhak menjadi anggota tim nasional di mana dia bermain. Yang membela tim nasional adalah anak-anak terbaik,” tandasnya.

Inilah dualisme kompetisi dibalik pertarungan bisnis dan politik. Bukan Rahasia Lagi ISL jelas siapa godfathernya (Bakrie cs), IPL (AP cs). Korbannya pemain, pelatih, wasit, supporter dan penonton.Sebenarnya PSSI dulu itu didirikan untuk mempersatukan Indonesia, Kenapa sekarang malah untuk ajang pertarungan bisnis dan politik, sungguh sangat Memprihatinkan & menyedihkan!

Categories: Nasional
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: