Home > Aremania > Loyalitas Tanpa Batas

Loyalitas Tanpa Batas

Aremania Licek

Sepak Bola dan Supporter adalah dua element yang tidak dapat di pisahkan. Sebuah pertandingan Sepak Bola tanpa di hadiri supporter akan terasa kurang greget, bahkan kebanyakan pemain mau di kontrak sebuat klub sepakbola bukan hanya semata-mata karena uang saja, tapi karena keberadaan supporter yang fanatik di klub tersebut. Mungkin benar apa yang orang-orang katakan bahwa sepakbola itu bahasa universal, bahasa pemersatu. Tidak mengenal suku, ras, agama atau antar golongan maupun gender. Mungkin sudah terbiasa pula dalam satu stadion sepakbola pastinya akan di temui ratusan bahkan puluhan ribu supporter kedua kesebelasan yang akan bertanding tersebut. Baik supporter tamu maupun supporter tuan rumah.

Suatu pengalaman mengesankan yang saya dapat dikota yang jauh sekali dari MALANG, kota yang dipisahkan pulau namun AREMANIA menunjukkan kekompakan yang luar biasa. Saya asli kelahiran Malang, besar di Malang , namun tak bisa dipungkiri bahwa Malang adalah kota kelahiran dan tempat dimana sanak saudara masih berkumpul dan bersilaturahim. Tapi walaupun jauh dari Kota Malang saya bersyukur masih bisa berkumpul dan berkreasi dengan nawak-nawak Aremania yang ada di kota tempat tinggal saya sekarang “BALIKPAPAN’

Anak dan Bapak sama2 Aremania bukti tak ada batasan

Dilihat dari keloyalitasan, Supporter Aremania datang dari kalangan anak – anak, remaja, ibu rumah tangga, bahkan para lansia pun turut semangat mendukung tim yang menyabet gelar ISL 2009/2010 berkumpul menjadi  “Satu Jiwa” dengan Aremania. Loyalitas Aremania memang tidak ada batasan usia, latar belakang kehidupan ataupun derajat. Bahkan Karena loyalitasnya terhadap AREMA seorang Aremania tidak memperdulikan berapa biaya yang harus di keluarkan hanya untuk melihat langsung tim kesayangannya bertanding.

Tua muda semua dukung Arema

Ada juga seorang Aremania rela di keluarkan dari pekerjaannya demi mendukung AREMA, mungkin nawak2 juga pernah melihat seorang Aremania rela datang di pertandingan tandang Arema, walaupun kondisi tubuhnya tidak normal alias cacad. Kenapa mereka bersusah payah mendukung AREMA, karena mereka mempunyai fanatisme dan Loyalitas yang tiada batasan.

Aremania di Gelora 10 Nopember

Pernah suatu ketika saya bertemu dengan seorang kakek-kakek dengan aktribut mulai dari kaos topi hingga syal Arema menempel di tubuhnya, pada waktu itu kalau tidak salah pertandingan antara AREMA vs Persija di stadion Gajahyana (lali tahune), sang kakek ikut bernyanyi bersama-sama dengan Aremania dengan penuh semangat. “Pas tak nokati jare kadit osi rudit lek gak tail AREMA. Sayang pada waktu itu sek durung ono HP kamera.

Memang Layak kalau Aremania di bilang punya “Loyalitas Tanpa Batas”, barusan saya melihat di Aremania Korwil Facebook, Seorang Aremania tidak mengenal rasa takut sedikitpun membentangkan Syal kebanggaannya di daerah yang rival abadinya. Itu menandakan Loyalitas mereka tidak bisa dibatasi dengan apapun, bahkan nyawa sekalipun.

Aremania di Surabaya

Mungkin cuma itu yang saya tahu tentang Loyalitas Tanpa Batas, Saya sendiri mungkin belum bisa berkorban dan Loyal seperti itu, tapi saya akan berusaha untk menjadi seperti mereka Aremania yang punya “Loyalitas Tanpa Batas”. >>>>Sudahkah nawak2 memulai<<<<…………Salam Satu Jiwa……………..

Alie Blue Ones (Arek Malank)

Categories: Aremania
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: