Home > Arema, Aremania > Begitu Pentingnya dukungan Aremania buat Arema

Begitu Pentingnya dukungan Aremania buat Arema

Suporter dan Klub ibarat sebuah akar dengan pohon. Niscaya pohon tanpa akar akan mengakibatkan pohon itu tumbang dan roboh. Begitu juga dalam dunia sepakbola, pertautan suporter dan klub menghasilkan simbiosis mutualisme. Klub diuntungkan dengan segala aktivitas suporter yang menunjang pendapatan ekonomi bagi klub. Klub sendiri adalah obyek dukungan bagi suporter itu sendiri.Kadang keterlibatan suporter dan klub bisa menjadi benalu, tatkala dengan segala vandalismenya menghancurkan impian klub untuk meraih kemenangan. Tapi khusus cuplikan berita dibawah ini adalah sebuah contoh dimana suporter menunjang perjuangan klub untuk meraih kemenangan.

Adalah pertandingan Arema vs PSIS tahun 2006 di Stadion Kanjuruhan Malang yang menjadi bidikan saya kali ini. PSIS adalah tim kuat, mereka bahkan mampu mengalahkan Arema di Semarang dengan skor 1-0 lewat gol Harry Salisbury. Tapi berkat dukungan Aremania perjuangan PSIS untuk meraih kemenangan kedua kalinya secara beruntun atas Arema berhasil dipatahkan.
Kutipan dari detik dot com :

Malang, Detik – Bermain dengan 10 orang tak membuat Arema Malang kehilangan tajinya. Menjamu PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (10/5/2006), “Singo Edan” meraih kemenangan tipis 1-0.
Tambahan tiga angka ini membuat Arema naik satu anak tangga ke posisi tiga dengan nilai 30 dari 16 partai yang sudah dilakoni. Mereka hanya terpaut empat poin dengan PSIS di puncak klasemen namun sudah menjalani 18 pertandingan.
Sementara walaupun menderita kekalahan, posisi PSIS di puncak klasemen wilayah barat belum tergoyahkan. Dengan poin 34, pasukan Bonggo Pribadi masih unggul dua angka dari Persija Jakarta di posisi dua yang pada pertandingan hari ini juga menang 1-0 atas PSMS Medan.
  Bermain di depan sekitar 60 ribu Aremania, Arema langsung menekan pertahanan tim tamu sejak awal pertandingan. Tapi PSIS tak mau kalah, status sebagai penguasa sementara klasemen wilayah barat membuat Harry Salisbury dkk juga menerapkan pola offensif.
Namun begitu tak ada gol tercipta di 45 menit pertama. Sebaliknya, babak kedua justru memberikan beberapa kejadian menarik.
  Babak kedua baru berjalan 10 menit Franco Hita membuat Aremania bersorak kegirangan menyusul gol yang ia lesakkan ke gawang I Komang Putra. Mendapat crossing matang dari Emalue Serge, Hita yang berdiri bebas di depan gawang I Komang Putra, secepat kilat menyambar bola dan melesekan bola kedalam gawang PSIS.
Insiden kecil sempat terjadi dua menit berselang. Akibat tekel keras Emannuel de Porras pada Erol FX Iba, beberapa pemain Arema sempat mengerubingi De Poras dan mendorongnya sampai terjatuh.
Memasuki menit 60 Arema harus kehilangan pemainnya, I Putu Gede. Akibat melakukan tekel keras terhadap Miguel Angel, wasit Jimmy Napitupuli tak ragu merogoh kartu merah dan mengeluarkan kapten Arema itu.
Sayang keunggulan jumlah pemain tak mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh PSIS. Hingga wasit meniupkan peluit panjang tak ada gol tambahan tercipta dari kedua kubu. PSIS pun harus pulang membawa kekalahan 1-0.
  Mengomentari kartu merah yang didapat pemainnya, pelatih Arema Benny Dollo mengaku kalau pemainnya terpancing dengan strategi permaianan keras yang diperagakan PSIS. Untungnya walau konsentrasi timnya sempat buyar dan bermain dengan 10 orang, Areme tetap bisa mengamankan kemenangan.
“Itu strategi, agar pemain Arema yang mempunyai temparemen keras terpancing untuk bermain keras dan kasar. Akibatnya Putu terkena kartu merah, dan kita harus bermain dengan 10 pemain, (din)

Dukungan Aremania berjumlah 60.000 penonton turut serta menjadi momentum perjuangan kera-kera Ongis Nade meski harus bermain dengan 10 orang. Meski jumlah penonton tersbut bukanlah terbesar selama penyelenggaraan kompetisi Reguler(minus babak knock out/grandfinal) selama ini(sejarah mencatat 80.000 Aremania menjadi saksi hidup perjuangan Arema vs Persija Jakarta di liga Indonesia XI 13 Juli 2005 di Stadion Kanjuruhan Malang).

Categories: Arema, Aremania
  1. 12pas Aremania in Borneo
    October 31, 2011 at 11:26 am

    Aremania ibarat rokok dgn koreknya…tanpa adanya korek rokok itu tak akan bisa di bakar. Demikian pula Arema, tanpa adanya Aremania mereka akan bermain kurang semangat. Contoh : pada waktu maen di Samarinda musim lalu karena Aremania di larang mendukung oleh panpel, Arema bermain tanpa semangat, tapi ketika tampil di Bontang dengan dukungan penuh Aremania Borneo mereka menang telak atas tuan rumah 5 – 0. Sasaji

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: