Home > Arema, Aremania > Fanatisme Supporter

Fanatisme Supporter

Tidak perlu dipungkiri bahwa fanatisme di Indonesia terutama terhadap sepakbola dan agama merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat fanatisme yang tinggi dibandingkan di negara-negara barat. yang sangat jelas terlihat adalah fanatisme dalam olahraga, terutama dalam sepakbola. Contohnya masyarakat di daerah bandung memiliki suporter fanatik sepakbola yaitu bobotoh atau viking, di Malang ada Aremania, di jakarta ada The Jak mania, dan masih banyak lagi, yang jika diratting, Indonesia menempati urutan ke 3 di dunia dengan kategori negara memiliki suporter sepakbola terbanyak dan terfanatik.Terus sampai kapankah kira-kira seseorang akan merasakan fanatik lagi terhadap yang mereka yakini atau percayai?? mengapa semua itu terjadi??

Ada sebagian orang menganggap fanatisme itu harus. Bagaimana orang bisa bangga akan sesuatu (club sepakbola, alma-mater, misalnya) kalau ia tidak memiliki fanatisme terhadap nya ? Fanatisme justru (sangat) diperlukan sebagai pengukuh positif terhadap apa yang diyakininya. Tanpa fanatisme, orang tidak akan mau berkorban dan tidak akan ada in-group feeling atau bonding. Coba bayangkan saja jika para Aremania, Viking ataupun The Jakmania itu tidak fanatik terhadap Timnya, mana mau mereka bersusah payah, menanggung lapar dan dahaga, berkeringat karena berdesak-desakan di dalam kereta api, dalam stadion, bahkan sampai kemungkinan paling fatal atas resikonya, sekalipun.

Fanatisme berlebih seperti ini akan berakhir ketika orang tersebut beranjak dewasa, bukan umur tapi dewasa dlm berfikir. Hal ini terjadi di masa remaja biasanya cenderung mencari figur untuk diidolakan, bukan dalam sepakbola saja tapi dalam segala hal, fanatisme berlebih biasanya terjadi ketika seseorang merasa mempunyai kesamaan dengan yg diidolakan, baik itu asal-usul, background dan lainnya.

Beberapa aspek yang mempengaruhi seseorang menjadi tidak fanatik lagi pada timnya misalkan ketika timnya tidak tidak lagi mampu bersaing di liga, sering tersingkir di liga dan tidak sesuai lagi dengan harapan supporter, sehingga hilangnya kepercayaan supporter mania terhadap tim dan manajemen sepak bola. Fanatik bisa lagi timbul ketika penggantian pelatih serta baiknya prestasi club di liga. Tapi tidak sedikit juga seseorang fanatik terhadap timnya bukan hanya memandang dari segi  prestasi saja.

Bagi saya pribadi Fanatisme akan selalu muncul ketika masih ada yang dapat difanatikkan. Sekali orang itu fanatik akan sangat sulit untuk mengubahnya. Berbeda kalau fanatisme itu hanya dipengaruhi oleh keadaan sosial sekitarnya. Tapi kalau fanatisme yang sampai mendarah daging tak akan luntur oleh masa atau apapun, Karena saya menganggap AREMA itu bukan hanya sekedar tim Sepakbola tapi kebanggaan dan Harga diri.

Itu sedikit pemaparan tentang Fanatisme. Bagaimana menurut nawak2..??

Categories: Arema, Aremania
  1. February 17, 2013 at 11:11 am

    salam satu jiwa untuk Aremania terus dukung arema dimanapun bertanding

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: