Home > Arema, Aremania > Kebersamaan Dan Persaudaraan Harta yang tak ternilai Harganya

Kebersamaan Dan Persaudaraan Harta yang tak ternilai Harganya

Rizal: ” Sam aku wis ngerti jiwane sampean iku yok opo, sampean ga dewean sam, ojo di tangani dewe ndek kene iki dulure sampean akeh. Aku yakin lek sampean mundur komunitas iki akan bubar”
Dibilang Egois Bisa Juga, di bilang ragu juga bisa. Dua minggu berlalu dengan banyaknya kesibukan dan di tambah urusan sana-sini yang banyak menguras tenaga dan fikiran. Sambil minum kopi buatan Ojob tersayang ayas on line by Pacebuk, mungkin karena di kuasai fikiran yang macem2, begitu ada komen yg sedikit mengusik langsung timbul prasangka yg jelek2, padahal sebagai orang yg di tuakan nawak2 pikiran itu seharusnya saya buang jauh2. Setelah beberapa saat ayas membahasnya bersama ojob, agak lama berpikir akhirnya di saya putuskan untuk mundur dari dunia persilatan. Walaupun itu tidak serta merta di kabulkan oleh nawak2.Besoknya saya buka lagi pacebuk ternyata belum ada jawaban, bahkan sms yang ayas kirim ke nawak yang lagi di loakalisasi,..eee sorry salah LOKASI maksudnya juga tidak ada Balasan. Sempat telpon nawak ayas yang lagi di Malang sekedar mau share atau minta pendapat, jawabannya agak sedikit menyejuk_kan. tapi itu tidak melegakan juga.

Selepas Adzam Magrib ayas pergi ke tempat neneknya anakku alias mertua. Sampe di rumah mertua telpon keponakan yang dari Samarinda, Bilangnya mau kerumah sama teman2nya. Malam itu setelah pulang dari jalan ayas berebah di kamar sambil nemenin anakku, tak lama ada beberapa motor datang, ayas kira keponakan yang datang, ternyata nawak2 yang datang.

Disinilah arti persaudaraan itu terlihat, bahkan sebenarnya ayas juga ga sampai hati melihat nawak2 kalau betul2 ayas jadi mundur. Begitu besarnya kepedulian nawak2 terhadap komunitas ini, sampai2 yang berada di lokasi yang sebenarnya belum waktunya untuk turun memaksakan diri untuk kembali demi komunitas ini. Masih terngiang kata2 Sam Rizal ” Sam aku wis ngerti jiwane samean iku yok opo, sampen ga dewean sam, ojo di tangani dewe ndek kene iki dulure samean akeh. Aku yakin lek sampean mundur komunitas iki akan bubar. Opo tego sampean” (tak delok motone koco2 ker karo ngomong iku/ ojo nangis_a sam** padahal ayas yo ngempet ker**), terus akhirnya timbul pertanyaan dalam hati. Seberapakah kepedulianku, pantaskah ayas di sebut Aremania ” Ya Allah sudah tidak pedulikah aku ini terhadap komunitas yang telah di perjuangkan nawak2 ini”.

Sekedar untuk di ketahui sebenarnya ayas sendiri juga merasa ragu ketika ingin mengutarakan kepada nawak2 tentang pengunduran diri sebagai koordinator. Bahkan ayas sampe berembug dengan ojob, ketika mau menerbitkan keinginan tersebut lewat pacebuk. Setelah itu bukannya makin plong tapi malah kayak menjadi beban di dalam hati, sudah benarkah tindakanku ini?.

Beruntung Nawak2 bahkan boleh di bilang dulur2ku sing ndek Balikpapan iki masih perhatian dan peduli terhadap kondisi yang aku Alami, tak terbayangkan seandainya mereka ga mau tau. Bahkan pada malam itu bukan cuman rulud2 sing ndek Balikpapan aja, Sam Arie yang lagi njemput keluarganya di Balikpapan sampai2 menyempatkan diri mampir. Dan membicarakannya. Alhamdulillah Akhirnya ayas menyadari kekeliruanku ini. Mahalnya Kebersamaan dan persaudaraan itu. Sampai2 tak lagi memperdulikan pekerjaan dan jarak.

Rutam nuwus yo ker ( Rizal, Huri, Chokro, Gondol, Lukman, Juni, Fery, Agung, Bambang Crut, Erick, sopo neh o iyo ono arek telu maneh lali jenenge) tanpa kalian ayas ini bukan apa2, terutama Juni yang selama ini banyak omongannya yang selalu menyadarkan kekeliruanku (memang kita di Balikpapan ketemunya, tapi kamu melebihi saudara kandungku. Kamu yang terbaik sebelum dan setelah ada di Komunitas ini. Kamu selalu ada setiap aku dalam masalah. Suwon yo Jun ” jangan bosan untuk selalu mengingatkanku****Liyane ga oleh ngiri***) Untuk Nawak2 Jangan bosan juga untuk selalu bersama-sama mengawal Aremania. Kalian sekarang ini adalah Keluargaku yg ayas miliki disini, ingatkan ayas bilamana ayas sudah melenceng itupun kalau benar2 kalian menganggap ayas rulud.

Ayo ker kita kawal komunitas ini apapun yang terjadi.
Salam Satu Jiwa. Arema Indonesia

Alie (Arek Malank)

Categories: Arema, Aremania
  1. NN (sorry ga nggawe jeneng)
    October 31, 2011 at 11:37 am

    lek menurut ayas samean ora egois, mungkin samean cuman ragu. sing jelas samean adalah panutan kami semua. Walaupun ayas ga tergabung di dalam komunitas Aremania Balikpapan. Mulai samean di Balikpapan ayas selalu mengikuti setiap kegiatan samean. Ingat sam tahun 1998 samean pernah ngomong nang ayas ” ker Arema iku ibarat nyowone awak_e dewe. dadi lek ndek kene ga ono Aremania yok opo ate exis Arema.” Ayas dewe juga pernah merasakan dan melihat langsung Loyalitas samean terhadap Arema. Ayas sampe ngiri. Ojo mundur sam…masio ayas ga tergabung ojo kuatir ayas selalu dibelakng samean. Lek samean tikas ayas yo kolem tikas. Sasaji ( salam teko dulur seperjuangan di Bhumi Borneo )

  2. October 31, 2011 at 3:22 pm

    kok misterius ngene…sopo umak, sak ilingku ono 2 sing bareng ayas nang Balikpapan, cemblek karo klowor…iki sing sopo ker. lek ono FB add_en ayas yo. Reunian ayo ker…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: