Home > Arema > Melihat Dari Dekat Gaya Kepelatihan Milo

Melihat Dari Dekat Gaya Kepelatihan Milo

Awalnya kami mengira Milomir Seslija merupakan salah satu pelatih yang mempunyai watak keras, kesimpulan ini berasal dari asumsi kami, dimana sosok yang malang melintang di dunia sepakbola asia ini berasal dari Eropa Timur yaitu Bosnia Herzegovina, sebagai contoh paling dekat adalah pelatih Arema musim lalu, Miroslav Janu yang juga mempunyai watak keras, contoh lain adalah Alfred Riedl, Polosin, Sergey Dubrovin dan lain sebagainya, intinya mereka terkenal sangat serius ketika berlatih.Meski asumsi kami tereduksi ketika Milomir Seslija datang pertama kalinya di Malang, dan untuk pertama kalinya setelah dua tahun lalu ketika Robert Rene Albert datang, ada sosok pelatih yang langsung punya inisiatif untuk menyapa kami lebih dulu, “How Are U Friends??” Ucapnya ketika pertama kali bertemu. Akan tetapi semua asumsi itu langsung terbantahkan ketika untuk pertama kalinya Milo melatih anak buahnya. Latihan itu sendiri akan dipadukan dengan TC selama seminggu di Agrowisata Batu.

Awalnya kami menerima sms dari Media Officer yang berisi bahwa latihan berubah, dari yang awalnya di Lapangan Agrokusuma Batu diubah menjadi lapangan Universitas Negeri Malang, akan tetapi siang harinya, Minggu (10/10) sms serupa ada lagi, namun isinya berupa pemindahan latihan dari lapangan UM ke lapangan agrokusuma lagi meski dengan jam tepat yaitu pukul 15.00.

Kami sendiripun langsung meluncur ke Bunga (Julukan ini sebenarnya kami asal semat saja, sebab kemarin Sabtu (9/10) Kota Batu baru saja mengadakan acara “Batu Flower Festival”, sehingga kami langsung menjuluki Batu selain juga kota Apel juga merupakan Kota Bunga).

Sampai di Agrokusuma, waktu sudah menunjukkan pukul 15.00, ratusan Aremania sudah berkumpul untuk melihat tampang gacoannya untuk musim depan dari jarak dekat. Dari sisi jurnalis, banyak sekali awak media yang penasaran dengan latihan perdana Arema ini, rata-rata pertanyaan dalam benak meraka tentu sama, berapa jumlah pemain yang mengikuti latihan, bagaimana gaya melatih si Milomir, dsb.

Meski sudah pukul 15.00, latihan juga belum dimulai, padahal sejak 14.30 seluruh pemain sudah datang dan langsung menuju hotel Agrokusuma, namun kami memperkirakan lamanya mereka tidak muncul dikarenakan masih melakukan check in di hotel dan masih melakukan meeting dengan coach.

Waktu pukul 15.10 muncul sosok media Officer, Noor Ramadhan namanya, dia masih tetap ramah kepada kami dengan menyapa seluruh awak media tanpa terkecuali, kami tentu sudah akrab dengan beliau karena sebelum menjabat sebagai media Officer, Bang Nunun panggilan akrabnya, juga sama seperti kami sebagai pemburu Berita, dia bekerja di salah satu televisi swasta yang sekarang sedang gencar-gencarnya menyiarkan laga Timnas Indonesia di saat Sinetron yang ratingnya bagus sudah pindah tayang ke Stasiun TV logo ikan.

Bang Nunun langsung melayani permintaan teman-teman dengan menggelar wawancara, “18 pemain siap berlatih hari ini, dan kami juga akan melakukan TC. Selain pemain yang sudah menekan kontrak, kami juga memberikan kesempatan seleksi bagi pemain yang mau masuk ke Arema” Kata dia memulai wawancara. Yang menarik meski sudah ada klaim dari Deltras Sidoarjo tentang 3 pemain yang nyatanya dipertahankan oleh Arema, namun Bang Nunun terlihat santai karena pemain-pemain itu tetap menjalin komunikasi dengan pihak Arema.

Aniway, kita tinggalkan dulu hasil wawancara itu (karena akan diberitakan di sesi lain :D).

Waktu menunjukkan pukul empat sore lewat sedikit, satu persatu pemain Arema muncul di latihan. Dua pemain asing Arema, Esteban Guillen dan Roman Chmelo menjadi yang pertama kali muncul, penampilannya juga berbeda dari biasanya, kostum warna biru gelap dipadu dengan strip merah.

Dari rilis media, Arema musim ini akan memakai apparel dari Lotto, namun nampaknya Apparel itu datang telat sehingga dalam latihan ini Arema memakai jersey Adidas yang berlogo siluet David Beckham. Tidak jelas apakah adidas itu disupport langsung atau beli, yang jelas pamain tidak menggunakan jersey musim lalu sebagaimana kebiasaan latihan perdana. Asumsi kami jelas, konflik dualisme yang oleh PSSI memenangkan kubu M Nur tentu membuat properti Arema lama (yang berada di Kubu Rendra) tidak bisa serta merta dipakai. Asumsi kami mendekati kebenaran ketika datang Cak Mus, yang membawa 9 bola baru ber merk Proteam untuk dipompa.

“Seng lawas gak oleh dijupuk mas” Kata Cak Mus singkat sembari dia terus memompa bola agar segera bisa digunakan latihan.

21 pemain sudah berkumpul, mereka terdiri dari 18 pemain yang sudah dikontrak ditambah dengan 3 pemain seleksi. Lengkap dengan 2 asisten pelatih Hendrik Kotto dan Abdurrahman Gurning.

Seperti yang kami bilang di awal tadi, kami datang adalah untuk melihat bagaimana gaya melatih dari Milomir, “Brother, You can Call my nick name Milo” Kata dia sembari menjabat tangan seluruh awak media. Milo juga menyapa beberapa Aremania yang membawa kamera hape untuk mengabadikan momen-momen.

Ritual pertama latihan adalah pemain dikumpulkan di tengah lapangan, pengarahan dari Milo tidak dapat kami dengar mengingat jarak dengar terlalu jauh, namun yang bisa kami lihat adalah sebelum melakukan toast “Salam Satu Jiwa…..” pemain dan pelatih melakukan berdoa sesuai agama dan kepercayaan, sungguh kami tergelitik mengingat awal musim lalu dimana sang pelatih ketika itu memulai latihan di bulan puasa dan sempat membuat pemain tersinggung, “Kau puasa, ngapain kau menuruti Tuhanmu” kata dia ketika itu. Sontak hal itu membuat emosi berkepanjangan dari salah satu pemain dengan sang pelatih, hingga akhirnya terjadi tragedi stick golf di Mess Arema.

Arahan pertama dari pelatih adalah, “Ayo lari pelan-pelan… Hirup udara. ” kata dia memakai Bahasa Indonesia, mendengar intruksi itu pemain langsung berlari-lari kecil.

Secara keseluruhan latihan dilakukan untuk melakukan pengondisian, kecepatan dan belum menyentuh kepada teknik dan taktik permainan, di latihan itu Milo sangat ramah dan sangat akrab dengan anak buahnya, latihan juga terlihat lucu ketika ada game-game kecil yang dibuat oleh pelatih yang bikin klubnya selalu memperoleh juara ini. Beberapa kali Along dan Rigan Agachi menerjemahkan ungkapan dari Milo yang kadang-kadang kurang dimengerti oleh pemain.

“Kau harus sudah punya pikiran untuk mengarahkan bola itu kemana sebelum bola itu datang di kakimu” kata Along keras-keras, ketika ada small game.

Latihan ditutup dengan game 11 lawan 11, dengan Milo sebagai pemain tambahan untuk posisi bek.

“Latihan perdana ini saya belum bisa menilai bagaimana kemampuan pemain, kami hanya melakukan pengondisian” Kata dia menyapa kami.

“Kami minta teman-teman untuk tidak mengganggu pemain selama seminggu ini saja. Namun ganggulah saya, karena 24 jam waktu saya tersedia untuk kalian, Jika ingin menanyakan perihal latihan, datanglah sebelum dan sesudah latihan.” Kata dia. (Untuk selanjutnya apa Kata Milo silahkan disimak berita kami).

Kesan pertama yang ramah yang kemudian menular ke pertandingan dan akrab kepada media membuat kami teringat kepada Robert Rene Albert, semoga Milo bisa mempersembahkan juara seperti harapan kami semua

Salam Satu Jiwa

Source :http://wearemania.net/aremania-voice/melihat-dari-dekat-gaya-kepelatihan-milo.aspx?Itemid=104

Categories: Arema
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: