Home > Arema, Aremania > SINGGIH PITONO LEGENDA SINGO EDAN

SINGGIH PITONO LEGENDA SINGO EDAN

SinggihPernah menjadi bagian dari Singo Edan dan Bintang yang selalu di puja-puja Aremania, bahkan sewaktu masih menjadi Bintang Arema kaus berlambang Garuda sempat di kenakannya selama tiga tahun membela Timnas pada 1991-1993. Namun kehidupan terkini Singgih Pitono kontras dengan segala atribut gemilang yang pernah di ukirnya sewaktu menjadi pemain sepakbola.

Kini setelah gantung sepatu pada tahun 2004, top scorer Galatama dua musim berturut-turut (1991 dan 1992) itu menikmati hidupnya sebagai pelatih kepala pada akademi Arema di Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, tempat kelahirannya. “Mungkin, perjalanan hidup saya tak mudah dijalani mantan pesepak bola top lainnya. Bagi yang pernah jadi pemain terkenal, kehidupan yang saya alami ini akan terasa berat. Saya berasal dari keluarga susah yang hidup di desa. Jadi, kehidupan saat ini saya anggap biasa, sudah ditetapkan Tuhan,” tutur legenda hidup Singo Edan ini.

Suatu saat, kala merenung, Singgih mengaku ingin seperti dua sobatnya di Arema, Aji Santoso dan Joko Susilo, yang sukses sebagai pelatih setelah gantung sepatu. Namun, ambisi itu akhirnya dikuburnya. “Saya bias mengukur kemampuan saya. Bagi saya, melatih anak-anak di akademi Arema ini bagian dari ibadah. Di sini saya dapat kepuasan,” ungkapnya. Menurut Singgih, ada kebanggan yang tak bisa dinilai dengan materi, yakni penghargaan tulus dari publik sepak bola, terutama dai Tulungagung dan Malang. “Saat ultah Arema di Stadion Kanjuruhan, saya terenyuh dengan sambutan Aremania yang masih ingat saya. Padahal, kejayaan itu telah berjalan dua puluh lima tahun yang lalu. Kepuasan tidak hanya dari materi, tapi juga nama baik. Ini lebih langgeng daripada harta melimpah. Gajah mati meninggalkan gading, macan mati menyisakan belang.” katanya.

Selain Sebagai Pemain Sepak Bola Singgih Mempunyai kebanggaan lain yang menghinggapi Singgih Pitono. Putra bungsunya, Zakaria Safiq, mewarisi kehebatannya sebagai penyerang haus gol. Meski berusia sembilan tahun, Singgih melihat gaya bermainnya menurun pada Safiq. “Saya menaruh harapan pada Safiq. Dia cerdas dan punya gaya seperti saya. Terutama akurasi tendangan ke gawang,: ujarnya.

Data Singgih Pitono
Nama : Singgih Pitono
Lahir  : Tulungagung, 15 Mei 1967
Postur: 173 cm/65 Kg
Pelatih: Akademi Arema Tulungagung

Karier Pemain

Arema Malang
Petrokimia Putra
Putra Samarinda
Persema Malang
Perseta Tulungagung

About these ads
Categories: Arema, Aremania
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: